Profil
Artikel
» Sambutan
» Metode Terpadu
» Guru Pendidik
» Sarana Prasarana
» Penghargaan
» Kunjungan
Kontak Kami
Telp 0272-3100018
HP 081 2297 5549
0819 1521 3888
» Alamat Arogya Mitra
» Buku Tamu
» Kirim Email
Kegiatan
» Kegiatan Internal
  » Sabtu Ceria
» Ulang Tahun
» Dongeng
» Perayaan Hari Besar
» Karnaval
» Kegiatan Eksternal
» Arogya Peduli

Joshua Martiano S
24 Mei 2009 05:58:30 kategori Kesaksian, klik : 1687 kali

Joshua Martiano S, lahir pada tanggal 22 maret 1997. Kami memanggilnya Jo. 10 bulan 7 hari Jo di dalam kandunganku hingga jum'at sore itu tiba-tiba ketubanku pecah dan aku mengalami kontraksi yang luar biasa sakit. Aku langsung ke rumah sakit sesuai yang ditunjuk dokter kandunganku, hingga pukul 3 dini hari jalan lahir masih bukaan 2 dan tidak ada perkembangan hingga esok harinya, akhirnya dokter memutuskan mengambil tindakan caesar mengingat ketuban sudah keruh yang dapat mengakibatkan keracunan pada bayi. Tepat pukul 8 pagi, bayi laki-laki yang montok dan lucu itu lahir dengan selamat dan sehat. Tapi dokter mengharuskan Jo masuk inkubator karena sekujur tubuhnya "Kuning".

Setelah 3 hari di rumah sakit dan Jo sudah dinyatakan sehat, kami diperbolehkan pulang. Suatu hari kami merasa cemas karena kami tidak pernah mendengar celoteh Jo. Padahal waktu itu Jo sudah hampir 2 tahun. Sedangkan umur 10 bulan jo sudah bisa berjalan, dan tepat pada ulang tahun pertamanya, Jo sudah bisa berlari dengan gesit.

Kami mulai membanding bendingkan teman sebaya Jo yang sudah fasih menyebut mama papa, bahkan sepupu Jo yang beda 3 bulan sudah pandai menyanyi balonku ada lima. Kekhawatiran itulah akhirnya kami sepakat untuk mengkonsultasikan pada psiklater anak . di Surabaya. Setelah menjalani test, dokter menyimpulkan Jo Hiperaktif DHD.

Ya Tuhan, apa yang harus kami lakukan? Itulah pertanyaan yang selalu ada dikepala kami. Berkat dukungan keluarga dan menjalani terapi dari dokter, akupuntur akhirnya kami memutuskan untuk mengikuti terapi sesuai yang dijadwalkan dokter. Seminggu dua kali aku bolak balik Solo Surabaya mengantar terapi. Jo mengikuti terapi bicara dan mendapat obat untuk mengontrol hiperaktifnya.

Pada saat itu Jo tidak dapat berbicara sama sekali. Dia hanya menunjuk pada benda atau sesuatu yang dia inginkan, diselingi suara-suara mirip robot yang tidak ada artinya. Namun apabila orang disekeliling Jo tidak memahami maksud keinginannya, maka Jo akan marah, membanting, memukul dan membuang apa saja yang ada didekatnya. JO juga tidak memahami perintah ataupun larangan. Jo hanya dapat diam ketika tidur. Tidurpun Jo seperti gelisah karena Jo tidur dengan berganti ganti posisi hingga tidak jarang Jo terbentur tembok atau terjatuh dari tempat tidurnya. Setelah menjalani terapi selama 2 tahun Jo belum juga menampakkan perkembangan yang berarti, sampai akhirnya dokter rnenyampaikan bahwa Jo sudah cukup mengkonsumsi obat yang diberikan. Mengingat dampak dan efek sarnping dari mengkonsumsi obat tersebut, maka dokter menganjurkan terapi akupuntur.

Rupanya Tuhan mendengar dan mengabulkan doaku. Suatu hari seorang teman datang dan membawa buku yang berisikan kesaksian dari Edo dan Ibu Mariani, tentang Pengalaman Ibu Mariani selama mendampingi Edo terapi akupuntur dan keyakinan beliau bahwa akupuntur dapat menyembuhkan penyakit apapun, terlebih yang berhubungan dengan syaraf. Setelah seminggu kami konsultasi dengan keluarga, ya kami membulatkan tekad mendatangi Arogya Mitra Akupuntur Klaten. Berkat kekuatan dari Tuhan dan keinginan untuk kesembuhan anakku, akhirnya aku jalani hari demi hari bolak balik Solo-Klaten.

Namun ternyata hasilnya sangat signifikan, sehingga membuat aku semakin bersemangat mendampingi Jo terapi akupuntur. Satu bulan pertama Jo sudah dapat tidur dengan tenang dan makannya tidak dikemut lagi, tapi sudah mau mengunyah makanannya dengan baik.

Dan setelah 3 bulan terapi, Jo dapat duduk dengan tenang walau hanya 5 menit. Selain itu Jo juga mau mendengarkan perintah terapisnya, seolah-olah Jo memahami maksud dari setiap ucapan terapisnya itu. Itu sudah sesuatu yang luar biasa bagiku. karena sebelumnya Jo tidak pernah betah dudukdan selalu lari.

Suatu hari, menginjak bulan ke 8 menjalani terapi, Jo tiba-tiba berteriak menunjuk tukang ice cream yang keliling di perumahanku sambil berkata, "mam ice cream Jo minta.." betapa bahagianya aku. ltulah yang aku tunggu-tunggu selama ini. Anakku sudah bisa bicara meski masih terbalik susunan kalimatnya. Genap 1 tahun terapi, Jo sudah lancar berbicara namun belum dapat berkomunikasi dua arah. Setelah 1,5 tahun terapi Jo sudah tumbuh menjadi layaknya normal lainnya, bicaranya sudah lancar bahkan ceriwis karena tidak berhenti menanyakan apa yang dilihatnya.

Sekarang JO sudah duduk di kelas 5 SD Tumbuh Kembang Denpasar. JO Juga rajin mengikuti kursus pelajaran tambahan atas kemauannya sendiri.

Terima kasih ya Tuhan atas berkah dan rahmat Mu. Terima kasih Pak Eko berkat tangan dingin beliau telah mencerahkan masa depan Jo. Terima kasih Ibu Mariani yang selalu mendorong dan membangkitkan semangatku bahkan menjadi tempat keluh kesahku dan Terima kasih juga kepada semua pihak vang berperan dalam kesembuhan Joshua. Semoga Tuhan Membalas amal kebaikan anda sekalian,Amin.



Artikel Lain
»  Arogya Peduli
»  Biaya
»  Penghargaan
»  Karnaval
»  Perayaan Hari Besar Nasional
»  Dongeng
»  Ulang Tahun
»  Pondok Rohani
»  Kegiatan Luar
»  Bima
Social
 

   

© 2014 Arogya Mitra Akupuntur. Alamat: Dukuh Ngemplak, Kalikotes, Klaten Jawa Tengah. Telp 0272-3100018, HP 081 2297 5549,0819 1521 3888